Sulitnya Mengurus IMB

Petugas Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan

313 dilihat


Mengurus Izin Mendirikan Bangunan ternyata tak semudah yang dibayangkan. Jangankan melalui jalur resmi, melalui jalur belakang pun masih dipersulit bahkan terkesan di peras.

Sekitar awal tahun 2008, kakak saya datang ke kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, untuk mengurus perizinan membangun rumahnya di wilayah Kebon Baru-Tebet. Saat itu, Petugas Perizinan langsung menawarkan pilihan "lewat jalur resmi" atau "terima beres". Mengingat pekerjaan kakak saya yang lebih banyak ditengah laut, akhirnya dia memilih jalur "terima beres."

Setelah terjadi tawar-menawar, akhirnya mereka sepakat pada harga Rp 5.500.000 dengan perjanjian terima jadi papan IMB. Pada 29 Januari 2008, kakak saya membayar uang muka (DP) yang diminta sebesar Rp 3.000.000. Namun Petugas tersebut tak mau memberikan kwitansi resmi. Kakak saya hanya diberikan tanda bukti berupa tulisan tangan di secarik kertas kosong.

Kemudian, pada 6 Februari, petugas IMB menelepon kakak saya untuk mengambil Papan IMB yang sifatnya sementara. Saat itu Petugas juga meminta kakak saya membayar Rp 500.000 untuk uang keamanan. Saat dilihat, Papan IMB "sementara" itu hanyalah papan kosong tanpa nomor IMB dan surat apapun.

Ketika diokonfirmasi, Petugas Kecamatan bilang papan itu untuk formalitas (baca: mengelabui petugas yang memeriksa IMB ke setiap rumah yang dibangun). Tunggu punya tunggu, petugas itu menelepon lagi sekitar beberapa minggu lalu. Petugas berinisial `Y` itu menanyakan apakah kakak saya masih ingin melanjutkan mengurus IMB tersebut.

Secara logika, pertanyaan itu sepertinya tidak perlu dilontarkan. Bukankah seseorang yang sudah membayar uang muka, berarti sepakat untuk bertransaksi. Lalu apa artinya uang Rp 3.500.000 yang sudah dibayarkan?

Kejanggalan proses ini tak sampai disitu. Petugas `Y` itu mengultimatum kakak saya untuk membayar kekurangan pembayaran sebesar Rp2.000.000, jika proses perizinan itu mau diteruskan. Proses ini semakin tidak masuk akal. Membayar kekurangan pembayaran, memang kewajiban kakak saya. Namun seharusnya kekuarangan itu dibayarkan saat IMB benar-benar telah selesai. Dalam artian, sudah tinggal mengambil papan dengan nomor resmi dan berkas lainnya. Tapi itu malah sebaliknya. Papan IMB belum ada, pembayaran sudah harus lunas. Bahkan dimintanya buru-buru seperti orang yang sedang butuh uang untuk keperluan pribadi.

Menangkap gelagat yang merugikan, kakak saya berikeras tidak mau membayar sebelum papan IMB itu benar-benar jadi. Petugas `Y'pun bersikeras tidak akan melanjutkan proses itu selama kakak saya belum melunasi.

Hingga saat ini belum ada titik temu dalam kasus tersebut. Uang yang telah kakak saya bayarkan seperti tak berharga dimata mereka. Semua seperti terlupakan begitu saja. Saat ini pembangunan rumah sudah 50 persen.

Satwika
Jl. J Buntu No 20 Kebon Baru Tebet
Jakarta


Source : kompas

Terkait

Lambatnya Proses Klaim ACS Honda
Layanan TOP TV yang Mengecewakan
Bahas Tuntas Tentang Ketidak Konsistenan Guru Ini FAKTA
Diganggu GE Card

Laporkan Suratpembaca ini : admin at suratpembaca.web.id
Tolong Sertakan URL / Alamat lengkap halaman ini

Komentar