Terima Kasih Tukar Guling Kettler




245 dilihat


Jakarta - Lebih dari sebulan saya letih berargumentasi dengan pihak Kettler. Saya membeli dua produk Kettler, Crosstrainer Tenso 500 dan sepeda Vigo 500.

Diawali dengan keluhan saya atas produk Crosstrainer Kettler Tenso 500 (buatan China under license Kettler Germany) yang tidak mengikuti standard desain ergonomis. Diikuti dengan argumentasi yang melelahkan dan diakhiri dengan tukar guling sepeda Vigo 500 dengan barang sisa obralan beberapa bulan lalu.

Atau lebih halusnya produk lama yaitu Paso 300 yang juga terbukti tidak memiliki spare part yang lengkap (beberapa spare part saya meminta pihak supir dan kernet untuk mencoba mengambil dari Vigo 500, untuk menghindari argumentasi yang melelahkan dengan Customer Service yang sangat santun dalam bersilat lidah) dan pengembalian uang untuk produk Crosstrainer Tenso 500.

Crosstrainer Tenso 500 yang saya beli seharga Rp 5.000.000 itu ternyata memiliki banyak kekurangan lain. Alas pijakan kaki yang memiliki ujung tajam sehingga dapat setiap saat melukai kaki pengguna yang sudah terbiasa dengan alat yang jauh lebih berkualitas.

Kemudian bunyi berderik yang dikeluarkan ketika saya menggunakan alat tersebut ditambah dengan goyangan dari badan alat tersebut, membuat saya yang memiliki bobot 84 kg agak khawatir dengan keselamatan diri saya. Entah luka separah apa lagi yang akan saya derita jika saya terus menggunakan alat tersebut.

"Keunikan" lain dari produk-produk Kettler yang diakui PT. Maharupa Gatra ini sebagai sebagai produk China dibawah lisensi Kettler pusat, adalah pada alat pengukur jarak tempuh. Ketika saya mengayuh sepeda tipe Vigo 500, Paso 300, maupun Crosstrainer 500, alat pengukur jarak mengindikasikan bahwa saya telah menempuh jarak 10 meter setelah saya melakukan 2 atau 3 kali kayuhan.

Saya bertanya, teknisi angkat tangan, Customer Service bingung, Kepala Pabrik berdalih, Boss PT. Mahaputra Gatra pun hanya mampu berkata, " ... maklumlah produk China". Solusinya? Barang cacat produksi ditukar dengan barang rongsokan, dan pengembalian sebagian uang (untuk Tenso 500) pun harus melalui argumentasi yang melelahkan.

Memang dalam nota tertulis barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan. Namun amat disayangkan, kurangnya informasi mengenai hukum di negara tercinta ini, membuat saya enggan untuk melanjutkan perkara ini ke meja hijau.

Ironis memang, ketika saya masih kuliah di luar negeri siapa pun dijamin hak-haknya. Terlebih jika kita sebagai korban, di sini di kampung halaman, saya hanya bisa meringis menatap bekas luka di kaki saya. Apa hak saya sebagai pelanggan?

Namun siapakah saya dibanding PT. Mahaputra Gatra? Saya saat ini hanya seorang bekas pelanggan Kettler setia, yang mencoba membeli satu per satu setiap bulannya alat fitness Kettler untuk keperluan pribadi di rumah.

Mampukah perusahaan sebesar PT. Mahaputra Gatra mengembalikan sisa uang Rp 3.500.000 untuk produk lama Paso 300 tanpa harus melalui prosedur arogansi dan bertele-tele? Masih ada harapan dari pelanggan lain yang tidak seteliti saya. Saya yakin dengan brand name sebesar kalian, masalah sekecil ini pasti hanya sekedar angin lalu saja.

David, TKJ Jakarta(msh/msh)


Source : detik

Terkait

BUKALAPAK PENIPU YA
Xperia Sola Rusak, Perbaikan Tanpa Kepastian
Konyolnya Kuota Siang dan Kuota malam Telkomsel Simpati Loop
KECEWA DENGAN SONY SERVICE CENTER! GA ADA KABAR BERBULAN BULAN

Laporkan Suratpembaca ini : admin at suratpembaca.web.id
Tolong Sertakan URL / Alamat lengkap halaman ini

Komentar