Garansi Resmi O2 Tidak Menawarkan Kelebihan




129 dilihat


Jakarta - Saya pengguna produk O2 di tiga tahun terakhir. Model PDA yang sekarang saya gunakan adalah O2 Atom Life. Memang kinerja dari PDA ini patut diacungkan jempol. Di kartu garansi juga tercetak GARANSI 18 BULAN. Lengkap dengan Service Center dan drop off point.

Nah, kali ini PDA O2 Life yang saya gunakan mendapatkan masalah hanya setelah pemakaian 6 bulan. Suaranya pecah dan speaker kiri mati. Apa ini produk cacat? Bisa jadi. Saya menggunakan ponsel sejak tahun 1995 tapi baru kali ini punya yang bermasalah. Dalam waktu singkat pula.

Saya coba datangi Service Center (bukan drop of point) di Plaza Semanggi. Setelah mutar-mutar akhirnya sampai juga di tempat tujuan. Dengan sedikit pesimis yang melayani di 'pusat' O2 ini kok sangat 'mbak-mbak'? Tidak pakai seragam dan hanya pakai baju bebas yang tekesan kumuh dibandingkan produknya O2 yang canggih dan terkesan elegan.

Dengan pelayanan acuh tak acuh, si 'mbak' hanya bilang, "maaf Mas, sudah tutup Service Center-nya. Langsung aja ke Roxy". Wah, suatu awal yang tidak baik saya pikir.

Empat hari kemudian saya telepon dulu ke Service Center di Roxy pada tanggal 19 Februari 2008 jam 11:25. Saya telepon line pertama hingga 2 kali tapi tidak ada jawaban. Saya coba untuk kedua kalinya pada jam 12:20 di line kedua yang akhirnya dijawab juga setelah nada tunggu hampir habis.

Lagi-lagi yang terdengar adalah suara 'mbak-mbak' yang hanya mengucapkan halo dengan nada 'semau mood gue' jauh dari standar penerimaan telepon perusahaan kecil sekali pun. Saya pikir ini salah sambung dan bertanya, "apa ini Service Center O2?". "Ya, ada apa?" kata si 'mbak'.

"O2 Life saya bermasalah dengan speaker-nya, kalau diservis berapa lama?" "Barang asli bukan?" kata si 'mbak' dengan nada tidak friendly. "Ya aslilah, masih garansi 12 bulan", dengan nada saya yang sedikit kesal. "3 minggu Pak. Karena kita kirim ke Singapore".

Lho? Kok saya jadi tambah bingung? Saya Tanya, "ini Service Center kok pakai dikirim lagi? Apa sudah tutup juga?" "Sudah, jadi semuanya kita kirim ke Singapore dan butuh waktu 3 hingga 4 minggu" dengan nada 'kalau nggak mau ya udah'.

"Jadi selama tiga minggu saya tidak bisa bekerja dengan PDA saya donk. Dapat ganti sementara nggak?" Si mbak dengan santai menjawab "tidak".

Wah, 'big applause' untuk O2 Indonesia. Konsumen membeli barang dengan harga mahal (saya membelinya dengan harga 7,9 juta) tapi pelayanan minus. Cukup aneh bila diingat bahwa pengguna O2 90% adalah para eksekutif yang 'sensitive' dengan masalah pelayanan.

Kalau konsumen terus dicuekin setelah membeli produknya saya yakin konsumen akan merasa kapok. Terus terang saya merasa kapok.

Anda berminat beli PDA O2 resmi? Pikir dua hingga tiga kali. Garansi resmi sama sekali tidak menawarkan kelebihan. Pelayanan after sales hingga ke staf semuanya minus.

Ahmad Juniar
Tebet Raya No 11 Jakarta

610

(msh/msh)


Source : detik

Terkait

Protes Atas Proses Dokumen dan Tagihan Dana Bantuan Sahabat Bank DBS
Paket Tertukar serta Service dan Layanan keluhan J&T Express Sangat Mengecewakan
Bukalapak kembalikan uang saya
Kecewa bertransaksi dengan wwwcitrabeningcom

Laporkan Suratpembaca ini : admin at suratpembaca.web.id
Tolong Sertakan URL / Alamat lengkap halaman ini

Komentar