Anjloknya Pelayanan Commuter Line




136 dilihat


Jakarta - Tidak perlu diragukan kembali bahwa jasa transportasi kereta api saat ini adalah pilihan yang efektif dan efisien dalam menghadapi kemacetan dan semrawutnya jalanan di ibu kota, Jakarta.

Ribuan orang, masyarakat Indonesia menggunakan jasa transportasi ini tiap harinya, khususnya mereka yang tinggal di area Jabodetabek.

Kenaikan harga untuk kereta Commuter Line yang sebelumnya Rp. 6.000 menjadi Rp 8.000 diharapkan mampu memberikan udara segar bagi kenyamanan penggunanya.

Namun sangat disayangkan bahwa kenaikan harga tiket tidak diimbangi dengan peningkatan mutu atau kualitas pelayanan dari PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI).

Sebagai customer, masyarakat, dan pengguna jasa dari Commuter Line ini saya sangat kecewa terhadap fasilitas dan pelayanan yang diberikan oleh PT. KAI. Sudah dua hari ini dan bahkan sejak mingggu kemarin pelayanan yang diberikan kurang memuaskan.

Mulai dari keterlambatan waktu kereta datang, AC kereta api yang tidak berfungsi, dan kenyamanan di dalam kereta. Jujur, tidak hanya hari ini situasi penuh, desak-desakan, dimana antara manusia yang satu dengan lainnya sangat nempel hingga tidak ada jarak.

Bahkan untuk bernafas dalam kereta pun sulit. Ibaratnya kita seperti menjadi patung, yang tidak bisa bergerak karena kiri kanan depan belakang adalah lautan manusia.

Satu gerbong yang mungkin lebarnya sekitar 10-20 meter diisi oleh penumpang yang berjumlah 400 orang lebih. Hal ini terutama terjadi pada peak hour, seperti 06.00-08.00 AM dan 05.00-07.00 PM.

Saya adalah pelanggan setia kereta Commuter Line tujuan Serpong-Tanah Abang. Saya setia terhadap Commuter Line karena menghemat waktu dibanding jika saya harus pulang pergi kantor-rumah dengan naik bus atau motor.

Saya berharap bahwa PT. KAI lebih bersikap tegas dan profesional untuk mengatasi permasalahan ini. Commuter Line merupakan sarana yang sangat efektif untuk mengakomodir pekerja yang tempat tinggalnya diluar Jakarta.

Apabila PT. KAI bisa meniru pelayanan kereta api di Malaysia atau Singapura tentunya masyarakat atau pelanggan pun akan senang.

Dengan disediakannya jumlah armada yang lebih banyak, jarak antara kereta yang satu dengan lainnya dekat, kenyamanan penumpang di dalam kereta api diperhatikan, gerbong diperbanyak, dan sistem pembelian tiket yang otomatis pun sudah seharusnya dilaksanakan demi mengurangi penumpukan pembeli di loket tiket.

Semoga surat ini mampu memberikan perubahan yang lebih baik dari PT. KAI. Kami tunggu perbaikannya.


Zulfa Failasufa
Rukan Permata Senayan, Jakarta Pusat

7982

(wwn/wwn)


Source : detik

Terkait

Tinta Palsu Hewlett Packard
Petugas Commuter Line tidak Peduli Kondisi Penumpang
Penipuan Berkedok Pembeli 08980476711 089651250533 An Rival Bandung
Hati-hati Mendapat SMS \"Poin Plus Plus\" dari Indosat

Laporkan Suratpembaca ini : admin at suratpembaca.web.id
Tolong Sertakan URL / Alamat lengkap halaman ini

Komentar