AC Kereta Mati, Pernyatan Kepala Stasiun Bekasi Mengecewakan




99 dilihat


Bogor - Saya seorang pengguna jasa kereta tetap untuk jurusan Bogor-Jakarta. Sesungguhnya permasalahan ini sudah cukup lama untuk di ungkapkan.

Pada hari Sabtu, 4 Mei 2013, saya menggunakan kereta dari Manggarai ke Bekasi. Kereta yang saya gunakan tersebut dengan kondisi pendingin udara (AC) Mati, sehingga menyebabkan udara dalam gerbong sangat panas.

Atas kondisi yang demikian, sesampainya di stasiun bekasi, pergi mencari tempat pengaduan pelayanan, namun tidak ada atau tidak ditemukan. Akhirnya saya langsung menemui Kepala Stasiun Bekasi dan menceritakan kondisi yang saya alami.

Kepala Stasiun Bekas menyarankan kepada saya untuk tidak menaiki kereta yang AC nya mati, dan menunggu kereta berikutnya yang dingin.

Atas tanggapan Kepala Stasiun Bekasi tersebut, saya menjadi berpikir bahwa apakah kami sebagai pengguna jasa KRL, hanya bisa menerima fasilitas yang seadanya. Ketika Para Operator menaik-kan harga tiket untuk tujuan peningkatan pelayanan, namun yang saya alami adalah harus menerima keadaan apapun keadaannya.

Ada suatu SK yang dikeluarkan oleh Direktur KCJ yang di tempel pada dinding-dinding kereta, yang menerangkan denda Rp 50.000 atas pelanggaran apabila pengguna KRL tidak memenuhi kewajiban yang seharusnya.

Menjadi Ironi, ketika Operator memiliki suatu perangkat yang melindungi kepentingannya untuk mendongkrak pendapatan, berupa SK KJC tersebut, akan tetapi tidak memiliki suatu perangkat yang melindungi para penggunanya.

Minimal apa yang menjadi perangkat yang melindungi pengguna tidak di sosialisasikan sebagaimana SK KJC yang dominan berwarna merah tersebut di tempel tempel di dinding gerbong kereta.

Sejajar dengan kedudukan pemenuhan hak dan kewajiban antara operator dan pengguna, di butuhkan suatu aturan ataupun mekanisme apabila yang tidak memenuhi kewajiban adalah pihak operator.

Misalkan jadwal kereta yang molor ataupun fasilitas berupa pendingin udara yang tidak berfungsi.

Kembali pada pertemuan saya dengan Kepala Stasiun Bekasi, saya dan Kepala Stasiun Bekasi akhirnya sepakat untuk menyelesaikan aduan pelayanan saya, dengan membuat Surat Keterangan Resmi, yang di tanda tangani di atas meterai dan di cap olek Kepala Stasiun Bekasi.

Dengan demikian, apakah pernyataan KS Bekasi tersebut merupakan sikap resmi dari pada seluruh jajaran operator atau pengambil kebijaksanaan per-keretaapian khusus nya KRL Jobodetabek?

Mohon sikap resmi dan tanggapan dari Menteri BUMN, Menteri Perhubungan, Direktur KAI, Direktur KCJ. Terima Kasih.


Endruw Samasta
Jl H Mubarok, Bogor

3850

(wwn/wwn)


Source : detik

Terkait

SAYA DI TIPUdan SONY XPERIA Z ULTRA PUTIH SAYA di bawa KABUR
JNE YES Yakin Esok Sampai
Kehilangan Handphone di Bagasi Kabin Pesawat
Sejak Promo Murah Koneksi IM2 Sangat Tidak Stabil

Sebelum request penghapusan artikel mohon request penghapusan kepada sumber terlebih dahulu, jika belum solved / terhapus kami akan abaikan

Laporkan Suratpembaca ini : admin at suratpembaca.web.id
Tolong Sertakan URL / Alamat lengkap halaman ini

Komentar