Kebrutalan Penumpang KRL di Gerbong Khusus Wanita

Opini suratpembaca krl

49 dilihat


Kereta Rel Listril (KRL) Commuterline menjadi transportasi yang dinilai praktis oleh banyak warga Jakarta, tak heran banyak yang memilih menggunakan transportasi kereta dibanding dengan transportasi umum lainnya.

Tentu saja, dengan menggukan KRL kita tidak perlu merasakan macetnya Jakarta di Jam berangkat ataupun pulang kerja.

Tapi bukan berarti dengan menumpangi KRL kita tidak mendapatkan resiko. Ada banyak resiko saat kita menggunakan KRL, sama halnya dengan menggunakan transportasi umum lainnya.

Mulai dari resiko kita harus berdesak desakan dengan penumpang lainnya, hingga pelecehan.

Yang paling sering terjadi adalah pelecehan terhadap kaum wanita yang berada di gerbong campuran. Ada banyak kasus-kasus yang viral tentang pelecehan terhadap wanita saat berada di KRL.

Bukan berarti pula kita aman saat berada di gerbong khusus wanita, malah yang sering kali terjadi keributan justru di gerbong khusus wanita.

Beberapa hari lalu saya menumpang KRL dari stasiun Duren Klibata dan masuk ke dalam gerbong khusus wanita. Biasanya, saya naik di gerbong campur. Tapi melihat keadaan di gerbong campur sangat padat, saya memilih di gerbong khusus wanita.

Setibanya di stasiun Tanjung Barat, ada dua orang wanita muda yang juga ingin menaiki kereta di gerbong wanita yang saya tumpangi saat itu. Mereka berdua memaksakan masuk.

Saat mereka memaksakan masuk, salah satu penumpang wanita yang berdiri di dekat pintuh nyeletuk dengan nada tingga kepada mereka yang baru masuk. Kagak pernah naik kereta apa ni orang! Udah tahu nggak muat, masih aja maksain naik.

Salah satu dari mereka berdua pun kesal dan menjawab iya! Emang nggak pernah!. Kemudian suasana kembali hening.

Saat dalam perjalanan, si Mbak yang nyeletuk pertama tadi, kembali nyeletuk lagi. Apaan sih nginjek-nginjek kaki gue!. Karna tidak merasa menginjak, Mbak yang tadi baru masuk pun kesal dan kembali menjawab, nginjek-nginjek apaan sih? Gila lu ya, dari tadi juga!.

Disitu sempat terjadi cekcok dan kemudian kembali hening. Semua penumpang melihat kearah mereka.

Ternyata Mbak yang berdua tadi hendak turun di stasiun Lenteng Agung yang kebetulan saya juga turun di situ.

Kemudian yang terjadi saat pintu dibuka adalah, si mbak yang pertama kali nyeletuk malah mendorong kencang dengan yang cekcok tadi. Untungnya, si Mbak yang didorong tidak tersangkut kakinya di peron.

Karna kesal, si Mbak yang didorong itu pun mengeluarkan kata-kata kasar kepada Mbak yang mendorongnya.

Seharusnya kita sadar bahwa kita sama-sama menumpang transportasi umum, yang semuanya juga ingin pulang kerumah masing-masing dengan selamat, harusnya saling menghargai.

Meskipun kita juga tidak tahu sebab mereka yang memaksakan naik , bisa jadi sedang buru-buru karena hal penting atau karna hal lainnya. Sebaiknya beritahu dengan cara yang sopan agar tidak terjadi hal seperti peristiwa tersebut.

Jadilah pengguna KRL yang cerdas. Mungkin maksud si Mbak yang pertama kali nyeletuk tadi baik, tetapi lebih baik jika memberitahu dengan cara yang baik dan sopan. Karna jika tidak orang lain juga pasti merasa kesal diberitahu dengan cara meneriaki seperti tadi, hingga akhirnya adu mulut dan berujung dengan kekerasan dan tentunya sangat membahayakan.


Source : okezone

Terkait

Pelayanan Sony Xperia "Care"
Pelayanan Buruk dan Penipuan Paket Promo
Kecewa Proses Pemasangan Internet MNC Sky Vision
Pengalaman pake Luminaire Photography

Laporkan Suratpembaca ini : admin at suratpembaca.web.id
Tolong Sertakan URL / Alamat lengkap halaman ini

Komentar