Collection HSBC Tidak Miliki Etika


Finansial Perbankan & Kredit

234 dilihat


Jakarta - Saya sangat menyayangkan dengan sikap bagian Collection HSBC yang tidak memiliki etika berbicara dan wawasan dalam menangani konsumennya. Bank yang seharusnya memiliki karyawan dari yang level paling bawah sampai atas itu berpendidikan dan memiliki wawasan dalam mengatasi masalah. Tapi, ternyata HSBC tidak memiliki itu semua. ?

Kejadian ini terjadi pada teman sekantor saya yang memang saat ini sedang memiliki masalah dengan kartu kredit HSBC-nya. Tetapi, dia memiliki itikad baik untuk membayar hutangnya.

Teman saya tersebut sudah pernah mendatangi Kantor HSBC di Menara Mulia pada tanggal 18 Mei 2008 dengan harapan ia bisa membayar hutangnya lunas walaupun ia hanya memiliki kemampuan membayar setengah dari hutangnya (total hutang Rp 12 juta) karena dia sudah tidak memiliki uang lagi. Tetapi, rupanya pertemuan tersebut tidak menemukan titik temu. Pihak HSBC tidak mau terima itikad baik teman saya tersebut.

Kemudian beberapa minggu ini teman saya tersebut diteror oleh pihak Colletion HSBC dan mereka menelepon ke kantor. Dari awal pembicaraan tidak ada sama sekali menunjukkan sikap ingin berbicara secara baik-baik dan cooperative. Melainkan mereka memaki-maki. Juga mengintimidasi teman saya tersebut.

Teman saya sudah menjelaskan keadaannya dan ia tetap memiliki itikad baik untuk membayar sesuai dengan kemampuannya. Teman saya sampai memohon pengertian dari pihak collector akan keadaannya. Meminta agar orang tersebut datang ke kantor untuk berbicara. Tapi, mereka tidak mau dengan alasan "kalau tidak bayar lunas untuk apa datang".

Dari beberapa kali pembicaraan bukan solusi yang didapat. Malahan pada tanggal 18 Juli 2008 teman saya mendapat telepon lagi dengan orang yang sama dan selain ia dibentak-bentak, diintimidasi, dimaki dengan omongan yang tidak seharusnya. Ia juga dilecehkan oleh collector tersebut (bernama On Air "Ali Sanjaya /Umar Bakri /Ronald).

Orang itu mengucapkan kata-kata kasar, "kalau Ibu tidak punya uang untuk membayar hutang ke HSBC, Ibu jual diri saja." Ia juga diancam katanya akan dilaporkan ke Polisi.

Sebaiknya belajar dulu kalau tidak mengerti hukum karena salah-salah mereka yang akan ditangkap karena sudah meresahkan juga menganggu ketenangan orang lain. Sungguh kata-kata yang tidak sepantasnya diucapkan oleh karyawan Bank terkemuka dan mendunia seperti HSBC.

Apakah pihak HSBC tidak pernah mendidik dan men-trained karyawan-karyawannya. Atau memang cara-cara tersebutlah yang diajarkan oleh HSBC kepada karyawannya di bagian collection untuk mengatasi konsumen-konsumen yang bermasalah?

Masalah kartu kredit memang masalah yang hampir semua orang pernah mengalaminya, karena pada awalnya mereka menawarkan malahan sampai memohon kepada kita untuk mau meng-apply kartu kredit mereka dengan jani-janji yang selangit. Tapi, begitu kita mengalami kesulitan dalam pembayaran mereka dengan seenaknya berkata "kalau tidak punya uang jangan buat kartu kredit."

Kartu kredit hukumnya adalah perdata. Bukan pidana. Jadi saya mohon HSBC jangan arogan dalam menangani masalah kredit macet. Jangan segala cara di halalkan hanya untuk mendapatkan pembayaran dari konsumen-konsumennya yang bermasalah.

Annisa
Jl Belimbing No 4 Kodam Bintaro Jakarta

61


(msh/msh)


Source : detik

Terkait

Lamanya Proses Pembukaan Rekening Permata
Menyoal Pungutan Materai Citibank
Poll: Modus Menyalah gunakan rekening
Best Pay Cicilan Ringan 0% HSBC Ditagih 100%

Sebelum request penghapusan artikel mohon request penghapusan kepada sumber terlebih dahulu, jika belum solved / terhapus kami akan abaikan

Laporkan Suratpembaca ini : admin at suratpembaca.web.id
Tolong Sertakan URL / Alamat lengkap halaman ini

Komentar