Diskon 10% Hypermart Tidak Transparan




149 dilihat


Jakarta - Tertarik dengan promosi besar-besaran di media massa tentang diskon langsung 10% Hypermart ditambah 10% jika menggunakan kartu Mandiri Visa plus cicilan bunga 0% khusus untuk pembelian barang elektronik, maka pada hari Jumat, 24 Agustus 2007 saya datang ke Hypermart Cibubur Junction. Kepada petugas penjualan saya menanyakan mekanisme diskon. Dijawab bahwa diskon 20% dihitung dari harga awal (harga displai). Jika total harga awal Rp 2,000,000,00 maka jumlah yang harus dibayar adalah Rp 2,000,000,00 - Rp 400,000,00 = Rp 1,600,000,00. Setelah mendengar penjelasan salesman, saya membeli 1 unit kulkas LG GN harga displai Rp 2,755,000,00 dan 1 unit televis (TV) Toshiba LSE28 S 21 harga displai Rp 1,299,000,00. Total harga Rp 4,054,000,00. Ketika saya membayar di kasir saya terkejut. Jumlah yang harus saya bayar tidak sesuai dengan perhitungan saya. Sesuai struk penjualan: Kulkas LG dari harga Rp 2,775,000,00 didiskon Rp 356,000,00 menjadi Rp 2,399,000,00 (karena kulkas LG termasuk dalam katalog maka tidak berlaku diskon 10%). TV Toshiba dihitung Rp 1,299,000,00 berarti tidak diberikan diskon 10%. Hal tersebut terbukti dalam struk yang tidak mencantumkan diskon. Pada saat saya tanyakan kepada kasir mengapa TV tidak didiskon, dijawab mungkin TV tersebut ada dalam katalog promosi sehingga diskon tidak berlaku. Setelah dilihat dalam katalog, ternyata TV tersebut tidak masuk dalam item promosi. Kemudian kasir menanyakan kepada supervisor-nya (saya tidak tahu nama kasir dan supervisor tersebut, karena walaupun keduanya memakai ID card tetapi ID card-nya dimasukkan ke dalam saku. Jadi sebenarnya apa fungsi ID card di sini). Oleh supervisor dijelaskan bahwa harga TV sudah termasuk diskon 10%, karena kesalahan dari bagian entri data maka harganya belum direvisi. Hal tersebut sebenarnya sudah dijelaskan oleh salesman, tetapi salesman mengatakan nanti di kasir akan terlihat harga awalnya. Saya katakan kalau memang itu harga sudah didiskon, tolong harga yang ada di displai diganti seperti harga-harga lainnya, karena hal tersebut telah mengelabuhi konsumen. Jadi konsumen tahu berapa harga awalnya dan berapa harga setelah didiskon. Di perjalanan pulang iseng-iseng saya menghitung ulang harga TV tersebut. Jika harga TV Rp 1,299,000,00 merupakan harga diskon 10%, maka harga awalnya adalah Rp 1,443,333,33. Kembali saya terkejut karena saya mendapatkan angka yang aneh. Di semua rak displai Hypermart semua angkanya adalah angka genap dengan kelipatan ribuan. Bukan angka yang keriting. Apalagi ada angka decimal di belakang koma. Misalnya TV LG flat slim 21 Rp 1,309,000,00, TV sanken 21 Rp 1,109,000,00, dan sebagainya. Waktu itu saya membandingkan harga TV sejenis dari merk lain. Jadi saya masih ingat harganya. Saya jadi berkesimpulan Hypermart sebenarnya tidak memberikan diskon sebesar 10% untuk pembelian TV saya. Padahal TV tersebut sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan, yaitu tidak masuk dalam katalog promosi, merknya Toshiba (merk yang didiskon: Sharp, Toshiba, LG, Sanken, dan Denpoo) dan memakai Mandiri Visa. Diskon 10% dari Mandiri ternyata bukan dari harga awal sesuai penjelasan salesman, tetapi ternyata dari harga setelah diskon. Jadi dua kali saya kecewa. Bagaimana Hypermart. Semoga dapat memberikan penjelasan yang memuaskan. Siti Rusmiyati Kompleks Panasonic Jl Raya Bogor Km 29 Gandaria Jakarta Timur46477 (msh/msh)


Source : detik

Terkait

Lelah Menunggu Pemasangan Big TV
Lotte Gandaria City Menipu Konsumen
Tagihan Okevision Mengejutkan
Knalpot Vario Bunyi Mengelitik

Sebelum request penghapusan artikel mohon request penghapusan kepada sumber terlebih dahulu, jika belum solved / terhapus kami akan abaikan

Laporkan Suratpembaca ini : admin at suratpembaca.web.id
Tolong Sertakan URL / Alamat lengkap halaman ini

Komentar