Terima Dana Tak Sesuai Penawaran, Kecewa Unit Link AIA Provisa Platimum




36 dilihat


Jakarta -
Keluhan
Bulan Juni 2012, saat ada urusan di BCA cabang Inti Fauzi Warung Buncit, saya ditawari produk unit link AIA Provisa Platimum Max. Saya diperlihatkan tabel keuntungan investasi selama 7 tahun (minimal kontrak adalah 7 tahun).

Tertarik dengan penawaran tersebut, saya membeli produk tersebut dengan premi tahunan Rp 100 juta dengan asumsi sesuai tabel, tingkat investasi 5% dan 15%, maka estimasi nilai akun pada akhir tahun polis tahun ke-7 terendah adalah Rp 797.179.000 dan tertinggi Rp 1.207.279.000.

Saat itu tidak dijelaskan dari awal perihal biaya-biaya dari produk ini dan ilustrasi mengenai hasil akhir investasi setelah dipotong biaya-biaya tersebut. Saat jatuh tempo di tahun ke-8 bulan Juni 2019, barulah semua perhitungan terkuak.

Pihak AIA menginformasikan bahwa nilai akhir investasi unit link AIA Provisa Platinum Max saya hanya Rp 640 juta. Saya mempertanyakan dan berkeberatan dengan hasil investasi tersebut karena tidak sesuai dengan ilustrasi di awal investasi.

Saat itu juga saya minta dana saya dibekukan dulu, dan perwakilan AIA menyetujui. Pihak AIA minta waktu untuk membahas secara internal dan sebulan kemudian AIA memberitahukan bahwa keberatan saya ditolak. Kemudian pihak BCA menginformasikan bahwa akan dilakukan pembahasan antara BCA dan AIA mengenai hal ini, dan minta waktu lagi.

Bulan Agustus 2019, pihak AIA dan BCA mengajak saya untuk bertemu, dan pada saat itu saya diberitahu bahwa keberatan saya tetap ditolak baik dari AIA maupun BCA.

Yang lebih mengherankan adalah dana saya yang pada bulan Juni masih Rp 640 juta, di bulan Agustus menyusut menjadi Rp 620 juta. Pihak AIA menyatakan bahwa untuk menghentikan investasi unit link Provisa Platinum Max, nasabah harus mengisi formulir pembatalan atau penghentian polis, sesuatu yang tidak disampaikan ke saya pada pertemuan bulan Juni 2019.

Pihak AIA dan BCA mengajak lagi untuk bertemu pada tanggal 12 September 2019, hanya untuk menjelaskan potongan biaya-biaya terkait produk ini (sekali lagi, mengenai rincian biaya dan simulasi akhir tidak pernah disampaikan oleh tenaga pemasar AIA pada saat menawarkan produknya). Dan pada saat itu, dana saya sudah menyusut lagi menjadi Rp. 617 juta.

Penjelasan dari AIA, sebetulnya saya sudah untung, karena dari total setoran saya yang Rp 700 juta selama 7 tahun, setelah terpotong biaya-biaya, yang diinvestasikan hanya Rp 550 jutaan. Padahal dalam salah satu dokumen disebutkan, hanya di tahun pertama dikenakan biaya 50% dari setoran senilai Rp 50 juta untuk biaya akuisisi, dan untuk tahun kedua dan berikutnya 100% setoran akan diinvestasikan.

Ternyata dalam 7 tahun masa investasi itu, dana saya malah menyusut Rp 83 juta padahal dikatakan rata-rata tingkat bunga investasinya 12%. Dan yang membuat saya merasa kecewa adalah pada tahun 2014, saya membeli satu lagi produk ini dengan premi Rp 50 juta per tahun.

Jadilah saya punya dua produk Unit Link AIA Provisa Platinum Max dengan cerita yang sama dan keduanya sudah saya tutup per Oktober 2019. dengan total "kerugian" yang saya alami sebesar Rp 126, 2 juta.


Djatmiko Wardoyo
Mantan Pemegang 2 Polis AIA Provisa Platinum Max
Jawaban

oleh pihak terkait


(wwn/wwn)

Source : detik

Terkait

Seller PENIPU (Penjual sendal CROCS) a/n SURYANTO
Bengkel Resi AHASS tidak ada tanggung Jawab
penipuan dari janji-janji electronic solution emporium mall pluit
Mohon Solusi untuk Tayangan Top TV yang Diblokir

Sebelum request penghapusan artikel mohon request penghapusan kepada sumber terlebih dahulu, jika belum solved / terhapus kami akan abaikan

Laporkan Suratpembaca ini : admin at suratpembaca.web.id
Tolong Sertakan URL / Alamat lengkap halaman ini

Komentar