Penolakan Klaim Penyakit Kritis Axa Mengada-ada



Home > Finansial > Akuntansi & Jasa Finansial > Penolakan Klaim Penyakit Kritis Axa Mengada-ada

789 dilihat


Jakarta - Ini pengalaman terburuk saya dalam mengajukan klaim Asuransi. Pada tanggal 31/07/08 saya mengajukan klaim ke pihak Asuransi Axa Mandiri Financial Services untuk mendapatkan benefit asuransi almarhum suami saya yang meninggal pada tanggal 13/07/08 dikarena menderita sakit tumor otak.

Sesuai tercantum di polis benefit yang beliau dapat adalah: santunan dan uang pertanggungan meninggal dunia, santunan kamar selama perawatan, dan benefit penyakit kritis. Karena penyakit tumor otak termasuk kategori penyakit kritis.

Setelah diproses lebih dari satu setengah bulan tepatnya pada tanggal 19/09/08 pihak Axa Mandiri menginformasikan bahwa benefit asuransi yang dibayarkan hanya santunan dan pertanggungan meninggal dunia serta santunan kamar selama perawatan. Sementara benefit untuk penyakit kritis tidak dibayarkan.

Kemudian pada awal bulan Oktober 2008 saya mempertanyakan kepada salah satu staf Axa Mandiri via telepon kenapa benefit untuk penyakit kritis tidak dibayarkan. Jawabannya bukan tidak dibayarkan tapi belum dibayarkan. Menurut staf tersebut klaim baru dapat diproses apabila telah dilengkapi dengan hasil pemeriksaan MRI.

Kemudian saya mengirimkan kelengkapan yang diminta pada tanggal 17/10/08. Setelah menunggu selama satu bulan, tepatnya pada tanggal 19/11/08 bukan kabar pembayaran yang saya terima, melainkan berita buruk. Sesuai surat dari management Axa Mandiri klaim penyakit kritis tetap tidak bisa dibayarkan karena selisih antara tanggal diagnosa (27/06/08) dengan meninggal (13/07/08) kurang dari 30 hari.

Saya heran dengan alasan tersebut. Saya merasa alasan tersebut mengada-ada. Dan juga tidak ada relevansinya antara hasil pemeriksaan MRI dengan tanggal meninggal. Lagi pula memangnya waktu/ tanggal orang meninggal bisa ditentukan. Seharusnya dalam hal ini Management Axa bisa berpikir rasional.

Namun, karena pihak Management Asuransi Axa Mandiri Financial Services tetap ngotot bahwa hal tersebut sudah sesuai polis dan klaim tetap tidak bisa dibayarkan akhirnya saya mempertanyakan bukti pada pasal ayat berapa hal tersebut diatur di dalam polis.

Kemudian pihak Axa Mandiri menyampaikan hal tersebut diatur pada "ketentuan khusus prima sejahtera plus" pasal 1 ayat 2 angka 2.7 dan pasal 3 ayat 4 angka 4.4. Setelah saya cek di polis ketentuan yang dimaksud betapa kagetnya saya karena ternyata pasal tersebut tak ubahnya seperti pasal karet. Salah satu bunyi pasalnya, misalnya Pasal 1 ayat 2 angka 2.7? menyebutkan sbb: Masa bertahan, jangka waktu 30 hari dari tanggal diagnosa ditegakkan.

Setelah membaca pasal tersebut saya mempertanyakan kembali ke pihak asuransi Axa Mandiri apa defenisi masa bertahan karena sangat tidak jelas. Mereka bilang masa bertahan yang dimaksudkan adalah masa bertahan hidup. Walaupun hanya tertulis "Masa bertahan" dan kata "Hidup" tidak tertulis. Tapi, yang dimaksudkan polis asumsinya adalah masa bertahan hidup.

Aneh sekali, kok asuransi sebesar AXA Mandiri sangat tidak profesional. Hal-hal yang tidak tertulis alias asumsi bisa dijadikan alasan untuk menolak klaim nasabah. Apakah sudah tradisi di Axa Mandiri? Selain sulit ditelepon sulit juga membayarkan klaim/ hak nasabah.

Beginikah cara AXA Mandiri mencari keuntungan. Dengan cara mencurangi hak nasabah? Saya pernah sampaikan ke Management Axa Mandiri bagaimana kalau saya sebagai nasabah mempunyai asumsi lain tentang masa bertahan tersebut. Misalnya masa bertahan "diagnosa". Di mana diagnosa beliau dari tanggal diagnosa 27/06/08 sampai dengan sekarang tetap sama, yaitu tumor otak. Berarti sudah lebih dari 30 hari. Dengan asumsi demikian berarti pihak AXA Mandiri harus membayar klaim almarhum suami saya.

Mereka bilang asumsi tersebut tidak bisa dijadikan dasar. Asumsi yang boleh
dijadikan dasar hanya asumsi Axa Mandiri. Selain itu juga saya pernah mengajukan ke pihak Axa Mandiri untuk membuktikan. Sudah berapa lama (lebih atau kurang dari 30 hari) almarhum suami menderita penyakit tumor otak dengan cara minta opini dari dr spesialis syaraf independen berdasarkan hasil pemeriksaan MRI yang ada. Lagi-lagi pihak Axa Mandiri menolak usulan saya tersebut karena mereka sudah tahu kalau usia penyakit tumor otak suami saya sudah lebih dari 30 hari.

Sepertinya pihak asuransi Axa Mandiri Financial Services sudah mempunyai itikad buruk untuk tidak mau membayar klaim nasabah. Berdasarkan kejadian yang saya alami tersebut mungkin bisa dijadikan pelajaran bagi para pembaca untuk berhati-hati dan berpikir seribu kali. Jika mau membeli polis asuransi Axa Mandiri Financial Services karena ternyata selain proses klaimnya lama (standart 14 hari kerja) juga benefit yang tercantum dalam polis belum tentu bisa didapatkan karena bisa berubah-ubah sesuai asumsi pihak Axa Mandiri.

Suratemi
Perum Taman Harapan Baru
Blok S 19/6 RT 001/RW 027
Kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria
Bekasi

0233/26 7795

(msh/msh)




Silahkan Login / Daftar untuk memberi tanggapan




There are no comments yet.
Authentication required
You must log in to post a comment. Log in
jasa foto produk
Sebelum request penghapusan artikel mohon request penghapusan kepada sumber terlebih dahulu, jika belum solved / terhapus kami akan abaikan

Laporkan Suratpembaca ini : admin at suratpembaca.web.id
Tolong Sertakan URL / Alamat lengkap halaman ini