Pernahkah ICB Bumiputera Memahami Betapa Sulit Nasabah Membayar Tagihan



Home >Finansial >Asuransi > Pernahkah ICB Bumiputera Memahami Betapa Sulit Nasabah Membayar Tagihan

268 dilihat


Jakarta - Saya adalah pemilik kartu kredit Bank Bumiputra sejak Juni 2009. Meskipun hingga saat ini belum pernah menerima tagihan dari Bumiputra namun saya selalu membayar tepat waktu seperti halnya kartu kredit dari bank lain.

Saat pertama kali kartu dipakai sekitar bulan Oktober 2009 jumlah tagihan diketahui karena hanya dipakai di satu tempat dan dipastikan dengan menelepon Call Center. Saat itu tagihan sebesar sekitar 300 ribuan dikenakan bunga sekitar Rp 100 ribu hanya karena kesulitan pembayaran melalui ATM Bersama yang beberapa kali gagal baru berhasil pada hari Senin dan telah lewat batas waktu.

Masalah pembayaran kartu kredit Bumiputra terulang kembali ketika sekitar tanggal 19 Januari 2009 saya menelepon Call Center Kartu Kredit Bumiputra untuk menanyakan jumlah tagihan. Saya diinformasikan tagihan sebesar Rp 156,000 jatuh tempo 5 Februari 2010. Tagihan tersebut langsung dibayar suami saya melaui ATM Bank Mandiri sebelum kami berangkat ke luar negeri pada 21 Januari 2010.

Kembali ke Jakarta pada tanggal 5 Februari 2010 dan pada hari Sabtu, 13 Februari 2010 saya ditelepon dan diminta membayar tagihan. Ketika Bumiputra ditelepon kembali pada hari yang sama saya diinfokan akibat telat membayar dikenakan biaya sebesar sekitar Rp 130,000. Padahal saya belum sempat mengecek apa yang terjadi dengan pembayaran saya melalui Bank Mandiri karena masih hari libur.

Saya keberatan dan menyatakan akan menutup kartu kredit Bumiputra dan akan membayar seluruh tagihan. Termasuk tagihan pembelanjaan di luar negeri. Namun, pihak Bumiputra tetap bersikeras harus mebayar bunga sebesar Rp 130 ribuan. Padahal tagihan hanya sebesar Rp 156,000 (bunga sekitar 83% dari tagihan) yang sudah saya usahakan bayar via ATM Bank Mandiri sebelum jatuh tempo.

Pembayaran kartu kredit Bumiputra sangat sulit dan berbelit dan hanya bisa melalui ATM Bersama, ATM Bank Mandiri, atau pun Teller Bumiputra sendiri. Apakah seperti ini cara bank untuk membebani nasabahnya dengan iming-iming gratis iuran tahunan namun tanpa henti menagih bunga. Pernahkah bank mengecek apakah tagihan sudah diterima nasabah dan mencoba memahami betapa sulitnya bagi nasabah untuk membayar tagihannya?

Sri Safitri
Kebon Sirih Jakarta




(msh/msh)




Silahkan Login / Daftar untuk memberi tanggapan




There are no comments yet.
Authentication required
You must log in to post a comment. Log in
    jasa foto produk
    Sebelum request penghapusan artikel mohon request penghapusan kepada sumber terlebih dahulu, jika belum solved / terhapus kami akan abaikan

    Laporkan Suratpembaca ini : admin at suratpembaca.web.id
    Tolong Sertakan URL / Alamat lengkap halaman ini