Asuransi Prudential Tidak Fair



Home > Finansial > Asuransi > Asuransi Prudential Tidak Fair

256 dilihat


Jakarta - Istri saya adalah pemegang polis Prudential No.4, yang telah menjadi nasabah Prudential sejak tahun 2004, selama ini pembayaran preminya lancar-lancar saja melalui pendebitan kartu kredit. Pada bulan Mei 2006 kartu kredit istri saya telah memasuki masa expirenya, dan diganti dengan kartu baru. Seharusnya pihak Prudential harus segera meminta kepada istri saya untuk meminta fotocopy kartu kredit istri saya yang telah diperbaharui. Oleh pihak Prudential kesalahan ini dianggap kesalahan dari pihak istri saya kemudian menganggap rekening istri saya tidak aktif (dinonaktifkan oleh pihak Prudential) karena tidak dapat mendebetkan kartu kredit istri saya. Setelah itu istri saya dikirimi surat yang isinya menyatakan bahwa istri saya diharuskan memeriksa kesehatan (atas biaya sendiri). Menurut saya seharusnya pemeriksaan kesehatan itu dilaksanakan pada awal pembukaan atau pada awal istri saya akan menjadi nasabah Prudential bukan setelah berjalan hampir 2 tahun. Memang istri saya pernah mengajukan klaim atas biaya opname pada tahun 2004. Dengan adanya surat pemeriksaan kesehatan dan sangat mengharuskan istri saya untuk memeriksakan kesehatannya, maka kami rasa pihak Prudential seolah-olah mau mencari kesalahan mencari kesalahan dari istri saya dan membatalkan polis dari istri saya di karenakan istri saya telah pernah mengajukan klaim. Kasus ini telah kami sampaikan kepada agen Prudential kami, namun jawaban yang kami terima sangat mengecewakan kami. Menurutnya, setelah berkonsultasi dengan atasannya kami disarankan menghubungi pihak customer service Prudential yang berada di pusat. Prudential Medan tidak dapat berbuat apa-apa menurut agennya. Jadi pihak Prudential di Medan seolah-olah sebagai patung hiasan saja, segala sesuatunya harus diselesaikan di kantor pusat. Seharusnya pihak Prudential Cabang Medan juga harus merespons keluhan kami, bukan membola-bolakan kami. Perlu saya sampaikan jika istri saya diperlukan pemeriksaan kesehatannya dan rekeningnya dinonaktifkan sebelum diadakan pemeriksaan kesehatan maka seharusnya dalam masa nonaktif tersebut pihak Prudential tidak berhak untuk mendebet kartu kredit dari istri saya untuk masa nonaktif tersebut. Karena dalam masa nonaktif tersebut jika terjadi sesuatu istri saya tidak dapat mengajukan klaim, sedangkan preminya terus didebet oleh pihak Prudential walaupun tidak dibenarkan mengajukan klaim jika terjadi sesuatu. Jadi pihak Prudential jangan hanya bisa meminta haknya tetapi tidak mau melaksanakan kewajibannya. telepon dan alamat di Medan pada redaksi(nrl/)




Silahkan Login / Daftar untuk memberi tanggapan




There are no comments yet.
Authentication required
You must log in to post a comment. Log in
jasa foto produk
Sebelum request penghapusan artikel mohon request penghapusan kepada sumber terlebih dahulu, jika belum solved / terhapus kami akan abaikan

Laporkan Suratpembaca ini : admin at suratpembaca.web.id
Tolong Sertakan URL / Alamat lengkap halaman ini